Bangunan berkonfigurasi setback, yakni struktur dengan kemunduran dimensi denah pada elevasi tertentu yang memicu diskontinuitas kekakuan vertikal, sangat rentan terhadap efek ragam getar tinggi di daerah rawan gempa seperti Kota Padang. Meskipun pedoman SNI 1726:2019 mensyaratkan analisis dinamik untuk kasus ketidakberaturan ini, praktik di lapangan sering kali masih mengandalkan Analisis Pushover statik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keandalan Analisis Pushover dibandingkan dengan Analisis Time History Nonlinier (NTHA) pada struktur eksisting Hotel di Padang. Pemodelan numerik 3D dieksekusi menggunakan perangkat lunak ETABS dengan mengaplikasikan 11 pasang rekaman gempa historis yang diskalakan terhadap spektrum lokal. Parameter evaluasi meliputi perpindahan atap, simpangan antar-lantai (drift), dan tingkat kinerja berdasarkan pedoman FEMA 356. Hasil analisis mengungkap bahwa Analisis Pushover memprediksi perpindahan secara berlebihan (overestimate) sehingga memaksa struktur mencapai level Life Safety (LS). Sebaliknya, NTHA mengonfirmasi bahwa struktur aktual masih sangat aman di level Immediate Occupancy (IO) serta mampu memetakan dinamika fluktuasi simpangan antar-lantai secara lebih akurat. Kesimpulannya, penggunaan Analisis Pushover pada gedung setback memicu desain perkuatan yang sangat boros dan tidak ekonomis. Oleh karena itu, metode dinamik mutlak direkomendasikan untuk memperoleh desain struktur yang rasional dan efisien.
Copyrights © 2026