Masalah stunting pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Bondowoso. Penurunan prevalensi stunting sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan yang mencakup pemberian nutrisi dan stimulasi psikososial di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita yang terindikasi stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Arjasa. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 60 ibu yang memiliki balita stunting sebagai responden melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh yang divalidasi dan pengukuran antropometri (TB/ U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua (65%) menerapkan pola asuh kurang baik, terutama pada dimensi praktik pemberian makan dan kebersihan lingkungan (p<0.05). Disimpulkan bahwa pola asuh yang tidak adekuat menjadi faktor risiko dominan kejadian stunting pada balita, sehingga diperlukan intervensi berupa pendampingan intensif melalui program posyandu. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi variabel variabel lain yang berpotensi berpengaruh.
Copyrights © 2026