Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kelayakan finansial usaha tahu dan tempe rumahan di Desa Kabunan, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh, yang terdiri dari 24 responden dari pengusaha tahu dan tempe rumahan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terstruktur dan wawancara langsung, sedangkan analisis data meliputi pemeriksaan biaya, pendapatan, laba, dan kelayakan usaha melalui rasio R/C dan B/C. Analisis komparatif dilakukan dengan menggunakan Uji-t Sampel Independen untuk mengevaluasi perbedaan kelayakan antara kedua usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi bulanan usaha tahu adalah Rp52.114.601, dengan pendapatan sebesar Rp126.140.000 dan laba sebesar Rp74.025.399. Secara bersamaan, usaha tempe tersebut mengeluarkan biaya rata-rata sebesar Rp6.208.972, menghasilkan pendapatan sebesar Rp12.300.000, dan mencapai keuntungan sebesar Rp6.091.028. Usaha tahu memiliki rasio R/C sebesar 2,36 dan rasio B/C sebesar 1,36, sedangkan usaha tempe memiliki rasio R/C sebesar 2,10 dan rasio B/C sebesar 1,10. Kedua usaha tersebut dianggap layak untuk dioperasikan karena memiliki nilai rasio yang melebihi satu. Studi statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kelayakan usaha tahu dan tempe (p > 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha tahu dan tempe rumahan di Desa Kabunan layak secara finansial dan secara substansial meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat perekonomian lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemajuan agroindustri berbasis kedelai memiliki potensi yang signifikan, khususnya untuk pemberdayaan usaha mikro dan kecil di daerah pedesaan.
Copyrights © 2025