Permasalahan sampah laut di wilayah pesisir merupakan persoalan lingkungan yang bersifat kompleks karena melibatkan aspek perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata. Di Pantai Keramat, Desa Permis, pengelolaan sampah selama ini masih bersifat individual dan tidak terintegrasi, sehingga upaya pembersihan pantai dilakukan secara sporadis dan belum mampu menyelesaikan persoalan sampah laut secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai aktor secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam pengurangan sampah laut melalui pendekatan partisipatif. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan sebagai kerangka utama untuk menilai keberjalanan kolaborasi, yang ditinjau dari keterlibatan aktor, proses gotong royong, pengambilan keputusan bersama, serta refleksi kolektif. Pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan partisipatif, gotong royong pembersihan pantai, penanaman vegetasi pesisir, serta edukasi lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model kolaboratif mampu memperbaiki kondisi kebersihan pantai dalam jangka pendek serta meningkatkan pemahaman konseptual masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah pesisir secara kolektif. Model ini berpotensi menjadi strategi pengurangan sampah laut yang berkelanjutan apabila dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah desa.
Copyrights © 2026