Gender-Based Violence (GBV) di lingkungan pendidikan menjadi isu mendesak yang memengaruhi keselamatan, martabat, dan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, karakteristik, serta faktor penyebab terjadinya GBV di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia, dengan fokus pada relasi kuasa, budaya patriarki, dan mekanisme pelaporan yang ada. Metode penelitian meliputi tinjauan pustaka sistematis (SLR) dan analisis konseptual. Data diperoleh data based Scopus yang diseleksi menjadi 19 artikel relevan. Hasil analisis literatur dari 19 artikel menunjukkan bahwa GBV terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan seksual, bullying berbasis gender, serta penyalahgunaan otoritas oleh guru dan dosen. Faktor penyebab utama termasuk ketimpangan relasi kuasa, norma patriarki, dan kelemahan dalam mekanisme pelaporan. Selain itu, kultur diam dan stigma sosial juga memperburuk situasi, menjadikan pelaporan kasus GBV sulit dilakukan. Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan ruang yang aman dan inklusif. Namun, banyak institusi gagal dalam implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan GBV. Rekomendasi untuk mengatasi masalah ini adalah meliputi peningkatan kesadaran gender, reformasi kebijakan yang lebih tegas, serta penyediaan sistem pelaporan yang aman dan ramah korban. Upaya preventif dan integrasi pendidikan kesadaran gender dalam kurikulum menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari GBV
Copyrights © 2026