Integrasi teknologi dalam Pendidikan Jasmani sering kali menghadapi tantangan pedagogis karena sifat mata pelajaran yang berbasis aktivitas fisik. Terdapat kesenjangan pemahaman mengenai jenis teknologi yang efektif diterapkan pada jenjang pendidikan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap kolaborasi teknologi dalam pendidikan jasmani secara global, dengan fokus spesifik pada perbedaan tren penggunaan antara jenjang sekolah (dasar/menengah) dan perguruan tinggi. Menggunakan metode SLR dengan protokol PRISMA, penelitian ini menganalisis 21 artikel terpilih dari pangkalan data Scopus yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Temuan menunjukkan adanya polarisasi penggunaan teknologi. Pada tingkat sekolah, teknologi didominasi oleh AR dan gamifikasi yang bertujuan meningkatkan keterlibatan fisik dan visualisasi gerak. Sebaliknya, pendidikan tinggi cenderung menggunakan AI dan LMS untuk analisis performa berbasis data dan efisiensi manajemen. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompleksitas teknologi bukan penentu utama keberhasilan pembelajaran. Alat pragmatis dan sederhana terbukti tetap efektif jika disesuaikan dengan kebutuhan pedagogis, menjadikan teknologi sebagai katalis inklusivitas dan modernisasi kurikulum pendidikan jasmani.
Copyrights © 2026