METANA
Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026

Preparasi Bioplastik dari Biomassa Rumput Laut Kappaphcus alvarezii dengan Plasticizer Gliserol dan Penambahan Minyak Jahe

Nabila Bilqis Huwaida Zetka (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Ali Ridlo (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Rini Pramesti (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Sampah plastik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi permasalahan di lingkungan karena jumlahnya semakin bertambah. Salah satu solusi untuk mengatasinya yaitu pengembangan bioplastik berbasis biomassa rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan penambahan minyak jahe untuk meningkatkan karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi minyak jahe terhadap karakteristik bioplastik dari rumput laut K. alvarezii. Bioplastik dibuat dengan mencampurkan biomassa K. alvarezii sebanyak 4 g dengan 150 mL akuades, lalu dihomogenkan dengan magnetic stirrer pada suhu 60oC selama 15 menit. Setelah itu, gliserol 1,5% (v/v)) dimasukkan dan dihomogenkan kembali, minyak jahe (0,3%, 0,4%, 0,5%, 0,6%, dan 0,7% (v/v)) ditambahkan dan dihomogenkan. Larutan bioplastik dituang dalam cetakan plastik polipropilena kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC hingga kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi minyak jahe berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik, tetapi tidak berpengaruh terhadap biodegradabilitas (p<0,05).  Formulasi minyak jahe optimal terdapat pada konsentrasi 0,4% dengan keunggulan pada ketahanan air dan kuat tarik. Uji FTIR menunjukkan tidak adanya gugus fungsi baru, tetapi terdapat pergeseran pita serapan akibat interaksi fisik antar komponen bioplastik. Bioplastik K. alvarezii dengan penambahan minyak jahe dapat dimanfaatkan sebagai bungkus produk makanan.

Copyrights © 2026