Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek

Uji Toleransi pada Fase Kecambah Beberapa Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Cekaman Salinitas

Safira Mawaddah (University of Mataram)
A. Farid Hemon (University of Mataram)
I Gusti Muliarta Aryana (University of Mataram)



Article Info

Publish Date
18 May 2026

Abstract

Salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik yang membatasi pertumbuhan dan produktivitas kacang tanah (Arachis hypogaea L.), khususnya pada lahan marginal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toleransi pada fase kecambah beberapa genotipe kacang tanah terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kondisi lingkungan, yaitu tanpa cekaman (kontrol) dan cekaman salinitas NaCl 45 mM (5,1 dS m⁻¹), terhadap sepuluh genotipe kacang tanah: G19-UI, G200-I, G300-II, Domba, Bison, Kelinci, Panther, Pelanduk, Lokal Lombok, dan Hypoma-I, dengan tiga ulangan. Germinator dikondisikan pada suhu 28 ± 1°C, kelembapan relatif 70–80%, dan fotoperiode 12 jam terang/12 jam gelap. Parameter yang diamati meliputi panjang akar, panjang hipokotil, bobot basah akar kecambah, bobot basah kecambah, dan tinggi kecambah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, indeks sensitivitas (IS), dan persentase penekanan cekaman salinitas terhadap kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman salinitas NaCl 45 mM secara signifikan menurunkan pertumbuhan kecambah kacang tanah, dengan tingkat penekanan yang bervariasi antar genotipe. Genotipe Panther menunjukkan panjang akar tertinggi pada kondisi salin yaitu 6,38 cm, sedangkan bobot basah kecambah tertinggi diperoleh pada genotipe Hypoma-I sebesar 2,33 g. Berdasarkan nilai IS, genotipe Hypoma-I dan Pelanduk diklasifikasikan sebagai toleran; genotipe Domba, Panther, Kelinci, dan G300-II tergolong agak toleran; sementara genotipe Bison, G19-UI, Lokal Lombok, dan G200-I dikategorikan peka. Toleransi pada genotipe toleran diduga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan keseimbangan ion, akumulasi osmolit, dan efisiensi osmoregulasi selama fase perkecambahan. Genotipe Hypoma-I dan Pelanduk berpotensi dijadikan tetua dalam program pemuliaan kacang tanah toleran salinitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jima

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Education Social Sciences Other

Description

JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada ...