Wilayah pesisir merupakan kawasan strategis yang memiliki karakteristik fisik, ekologis, dan sosial ekonomi yang saling berinteraksi serta rentan terhadap tekanan aktivitas pertambangan. Kegiatan pertambangan, seperti penambangan pasir, emas, dan nikel, memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis karakteristik wilayah pesisir serta dampak aktivitas pertambangan berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman PRISMA. Artikel dipilih melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 10 artikel ilmiah yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa dampak dominan aktivitas pertambangan meliputi penurunan kualitas perairan, perubahan morfologi pantai dan abrasi, degradasi ekosistem pesisir, serta penurunan produktivitas perikanan. Selain itu, aktivitas pertambangan memicu konflik pemanfaatan ruang, marginalisasi nelayan, dan perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pertambangan di wilayah pesisir perlu dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan partisipatif melalui penguatan kebijakan, pengawasan lingkungan, serta pelibatan masyarakat guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026