Kebutuhan energi rumah tangga dan UMKM yang terus meningkat memerlukan solusi energi yang efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap kompor briket batubara di Kelurahan Sukajaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, dan kuesioner. Hasil menunjukkan 81,3% responden mengenal briket sebagai energi alternatif, namun hanya 43,8% memahami penggunaannya dengan benar, dan 31,3% menggunakannya secara rutin. Meskipun dinilai hemat biaya dan lebih ramah lingkungan, kendala utama terletak pada distribusi dan kebiasaan penggunaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan menunjukkan potensi tinggi penerimaan teknologi, namun memerlukan pendampingan lanjutan untuk keberlanjutan implementasi
Copyrights © 2026