Internet addiction merupakan permasalahan yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa, khususnya pada lingkungan pendidikan kesehatan dengan tuntutan akademik yang tinggi. Penggunaan internet yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap gangguan psikologis, termasuk anxiety, yang berpotensi menghambat prestasi akademik dan perkembangan profesional mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 mahasiswa keperawatan semester 6 STIKes Maharani Malang dilibatkan sebagai sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan total sampling. Internet addiction diukur menggunakan Internet Addiction Test (IAT), sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman rank. Analisis univariat menggambarkan distribusi tingkat internet addiction dan anxiety pada responden. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna secara statistik antara internet addiction dengan anxiety (r = 0,353, p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat internet addiction maka semakin tinggi pula tingkat anxiety mahasiswa. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara internet addiction dengan anxiety pada mahasiswa keperawatan semester 6 STIKes Maharani Malang. Temuan ini menekankan pentingnya skrining dini dan program intervensi terkait perilaku penggunaan internet guna mendukung kesehatan mental mahasiswa keperawatan.
Copyrights © 2026