Pendahuluan: Mahasiswa yang bekerja menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan secara bersamaan yang berpotensi meningkatkan stres sehingga diperlukan kemampuan coping yang baik. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan coping stres adalah psychological capital yang terdiri dari self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan coping stres pada mahasiswa yang bekerja di ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 mahasiswa yang bekerja dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Psychological capital Questionnaire (PCQ-24) dan Brief COPE Inventory. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05 karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Sebagian besar responden memiliki psychological capital kategori sedang (51,7%) dan coping stres kategori sedang (55,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan coping stres (r = 0,627; p = 0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi psychological capital yang dimiliki mahasiswa, semakin adaptif coping stres yang digunakan dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Psychological capital memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengelola stres selama menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja.
Copyrights © 2026