Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang UMK di Kota Ternate dalam menerapkan sertifikasi halal melalui skema self-declare. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK menghadapi beberapa kendala seperti minimnya tingkat pemahaman pelaku usaha tentang manfaat, prosedur, dan urgensi sertifikat halal, ditambah dengan keterbatasan literasi digital untuk mengakses aplikasi SIHALAL, menjadi faktor penghambat utama dalam penyerapan kuota program SEHATI. Persepsi keliru bahwa produk sudah otomatis halal tanpa sertifikasi, minimnya sosialisasi yang kontekstual, serta kompleksitas teknologi pendaftaran semakin memperburuk rendahnya partisipasi. Di sisi lain, program SEHATI menawarkan peluang besar bagi UMK untuk memperoleh sertifikat halal secara gratis, mudah, dan cepat, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar lokal maupun internasional
Copyrights © 2026