Indonesia telah menjadi sorotan dunia dalam dalam kurun 20 tahun terakhir, karena bencana alam yang menghancurkan, khususnya gempa bumi yang menyebabkan hilangnya nyawa dan harta dalam jumlah besar. Sejarah kegempaan yang terjadi diwilayah Sulawesi Barat dari tahun 1969, 1984, dan tahun 2021 menimbulkan pernyataan serius bahwa wilayah Sulawesi Barat dihadapkan akan adanya bahaya seismik dimasa mendatang. Kesiapsiagaan infrastruktur permukiman tahan gempa di Sulawesi Barat bukan hanya tugas pembelajar teknik sipil, melainkan upaya kolektif. Data empiris kegempaan (sumber patahan dan besaran guncangan gempa) harus dijadikan acuan baku dalam penyusunan standar bangunan dan tata ruang selain dari SNI atau Pusgen data PU. Disaat yang sama, standar teknis juga harus diturunkan menjadi panduan aplikatif yang disosialisasikan secara masif kepada masyarakat dan pekerja konstruksi lokal melalui pendekatan budaya dan komunikasi yang tepat sasaran. Kolaborasi sains, rekayasa infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh terhadap bahaya seismik mendatang.
Copyrights © 2026