Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola konflik peran, cara negosiasi otoritas, dan dampak sosial yang terjadi dalam keluarga ibu yang bekerja di sektor industri. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada 3-5 informan ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti di sekitar pabrik.Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat tiga pola utama. Pertama, konflik peran muncul akibat kesulitan mengatur waktu, perbedaan cara pengasuhan antara pendekatan modern dan tradisional, serta penurunan otoritas simbolik ibu karena kurang terlibat dalam pengasuhan sehari-hari. Kedua, negosiasi otoritas dilakukan melalui komunikasi langsung antara ibu dan pengasuh, musyawarah dengan keluarga besar, serta penyesuaian identitas diri ibu untuk mengurangi perasaan bersalah. Ketiga, implikasi sosial berpengaruh pada turunnya kedekatan emosional antara ibu dan anak, perubahan struktur kekuasaan dalam keluarga, serta terjadinya sosialisasi nilai ganda pada anak. Sebagai kesimpulan, pembagian tugas pengasuhan antara ibu yang bekerja dan pengasuh pengganti menciptakan ketegangan sekaligus memungkinkan adanya penyesuaian yang merombak hubungan keluarga dan proses sosialisasi anak. Hasil ini menunjukkan bahwa konflik peran tidak selalu berakhir negatif, melainkan dapat diselesaikan melalui negosiasi yang menghasilkan struktur keluarga yang baru.
Copyrights © 2026