Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial ekonomi di Pasar Kuto Palembang dengan menitikberatkan pada strategi adaptasi pedagang tradisional dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi kota akibat modernisasi pusat perbelanjaan dan dominasi e-commerce yang kian pesat. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana pedagang tradisional mempertahankan eksistensi usaha mereka di tengah persaingan pasar modern serta untuk mengidentifikasi bentuk inovasi dan kreativitas lokal yang muncul dari interaksi sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada para pedagang, pengelola pasar, dan konsumen yang aktif bertransaksi di Pasar Kuto Palembang. Metode wawancara dipilih agar peneliti dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai pengalaman, strategi, dan tantangan yang dihadapi pedagang dalam proses adaptasi terhadap perkembangan digital dan perubahan perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang mampu mengintegrasikan manajemen pemasaran klasik berbasis segmentasi lokal, positioning budaya, serta interaksi personal dengan bentuk pemasaran digital sederhana melalui penggunaan WhatsApp, Instagram, dan TikTok sebagai media promosi visual dan penyampaian testimoni pelanggan. Strategi hibrida ini juga mencakup diversifikasi produk, penerapan program loyalitas pelanggan, pemberian rating, serta penguatan gotong royong komunal melalui koperasi dan komunitas digital. Melalui strategi tersebut, omzet pedagang meningkat antara 15 hingga 40 persen, ketahanan ekonomi semakin kuat, dan identitas budaya Palembang tetap terjaga di tengah arus digitalisasi yang semakin dinamis.
Copyrights © 2026