Stunting masih menjadi masalah gizi pada balita di Indonesia. Survei tahun 2024 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok menunjukkan 82% balita mengalami stunting dan 18% sangat pendek. Program TAHAN (Tumbuh Anak Hebat Aman Nutrisi) dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kader Posyandu selama Oktober–Desember 2025. Intervensi meliputi komunikasi kesehatan, gizi dan stunting, praktik pemberian makan aktif-responsif, ketahanan keluarga, serta kunjungan rumah. Evaluasi menggunakan desain pretest–posttest menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek. Nilai pengetahuan meningkat dari 7,8 menjadi 8,4, praktik menyusui dari 8,4 menjadi 9,6, praktik pemberian makan dari 48,5 menjadi 74,8, pemberian PMT dari 29,7 menjadi 67,4, komunikasi kesehatan dari 31,4 menjadi 54,3, dan ketahanan keluarga dari 49,7 menjadi 79,9. Hasil ini menunjukkan bahwa Program TAHAN efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam mencegah dan menangani stunting serta berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas untuk percepatan penurunan stunting.
Copyrights © 2026