Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026

Gambaran Pasien Azoospermia dengan Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration-Testicular Sperm Extraction di Padang

Atikah Permata Yevan (S1 Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Arni Amir (Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Etriyel MYH (Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Husni (Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Firdawati (Departemen Kesehatan/Kedokteran Komunitas, Kedokteran Keluarga, Kesehatan Remaja Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Rahmani Welan (Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2026

Abstract

Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan yang aktif secara seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi untuk mendapatkan kehamilan dalam waktu 1 tahun. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor wanita, faktor pria, dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya. Salah satu penyebab infertilitas pada pria adalah azoospermia yang dibagi ke dalam dua kategori yaitu azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif secara klinis. Tatalaksana azoospermia obstruktif dengan tindakan aspirasi sperma melalui teknik Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) dan Testicular Sperm Extraction (TESE) merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pasien PESA-TESE pada kasus azoospermia di Kota Padang tahun 2015-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif non analitik dengan menggunakan data rekam medik pasien terdiagnosis azoospermia di Rumah Sakit Umum Bunda Padang tahun 2015-2022. Penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan bentuk total sampling variabel usia, indeks massa tubuh (IMT), durasi infertilitas, riwayat penyakit, riwayat merokok, dan jenis azoospermia. Penelitian ini menggunakan analisis univariat yang memberikan deskripsi dari gambaran tiap variabel penelitian. Hasil penelitian ini mendapatkan total penderita azoospermia sebanyak 44 pasien dengan 37 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok usia terbanyak 31-40 tahun (64,9%), indeks massa tubuh (IMT) obese (43,2%), durasi infertilitas 5-10 tahun (56,8%), tidak ada riwayat penyakit (94,6%), tidak ada riwayat merokok (86,5%), dan jenis azoospermia non-obstruktif (73%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang mengalami azoospermia mayoritas terjadi pada usia 31-40 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) obese, durasi infertilitas 5-10 tahun, tidak ada riwayat penyakit, dan tidak ada riwayat merokok dengan jenis azoospermia non-obstruktif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jikesi

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not ...