Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship between Menopause and Depression in Padang Arde Hidayat; Ariadi Ariadi; Firdawati Firdawati
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.5.2.206-214.2021

Abstract

Objectives: to analyze the relationship between menopause and depression in PadangMethods : This type of research is an analytical observational with a comparative cross sectional approach that looks at the relationship between menopause and depression incidence. The research was conducted in the working area of the Padang City Health Center from April to June 2020. The instrument used in this study was the Hamilton Depression Rating Scale (HDRS / Ham-D) which was used to measure the level of depression and a questionnaire to ask questions related to the characteristics of the respondents.Results: A study was conducted on 170 people consisting of 85 respondents who had menopause and 85 respondents who had not yet menopause. Conclusion: As many as 50 (58.8%) menopausal respondents experienced depression and 35 (41.2%) respondents did not experience depression. There is a relationship between menopause and depression (p <0.05). There was a relationship between age, current medical history, income, occupation, and education level with the incidence of depression (p <0.05). There is no relationship between menopause duration, marital status, and BMI with depression incidence (p> 0.05)Keywords: depression, Hamilton Depression Rating Scale , menoupause
The Difference in Average of Maternal Serum Hypoxia-Inducible Factors-1α Levels between Early Onset and Late-Onset Severe Preeclampsia David Perdana; Defrin Defrin; Firdawati Firdawati
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.5.1.82-89.2021

Abstract

The purpose of this study is to know the difference average of maternal serum levels of HIF-1α between early-onset and late-onset severe preeclampsia. This study used a cross sectional comparative study design that conducted in Februari 2020 - Agustus 2020 in the SMF / Obstetrics and Gynecology department of RSUP dr. M. Djamil Padang, RSUD Achmad Mochtar, RSUD Pariaman, RSUD M Zein Painan. We used consecutive sampling method which consists of 60 pregnant women who fulfill the inclusion and exclusion criteria. They were divided into two groups early-onset severe preeclampsia and late-onset severe preeclampsia. HIF-1α tests were done using ELISA method. The average of maternal serum levels of HIF-1α in late-onset severe preeclampsia is found to be the highest when compared to the early-onset severe preeclampsia, 1,37 ± 1,08 ng/ml vs 0,69 ± 0,11 ng/ml. This difference is significant with the Mann-whitney non parametrical statistical test (p <0.05). There is a significant difference average of maternal serum levels of HIF-1α between early-onset and late-onset severe preeclampsiaKeywords: early onset severe preeclampsia, late onset preeclampsia late onset, maternal serum levels of  HIF-1α
Comparison of womwne's quality of life post abdominal and vaginal hysterectomy Fauzan F; Bobby Indra Utama; Firdawati Firdawati
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.6.1.35-41.2022

Abstract

Introduction:Hysterectomy is the most common major surgical procedure in gynecology. Approximately 90% of hysterectomies are performed on indications of benign gynecological disease. The number of women affected by hysterectomy is relatively low, but the impact of these complications often changes the quality of life. There are several types of hysterectomy, from partial/supravaginal, complete/total, to radical. Hysterectomy with any surgical technique can cause complications. This can be minimized by careful surgical planning and preparation before surgeryAssessing changes in quality of life after surgery is important for patient decision making and for health care evaluation, as health care becomes more standardized. Objective: This study aims to determine the difference in quality of life between women who have undergone abdominal hysterectomy surgery and women who have undergone vaginal hysterectomy surgery.Methods: This research is an analytic observational study with a cross sectional comparative study approach which was conducted on 54 women who had undergone hysterectomy at Dr. RSUP. M. Djamil, Padang. 27 of them underwent abdominal hysterectomy, and 27 others underwent vaginal hysterectomy. All patients were interviewed using the Short Form-36 (SF-36) questionnaire. The assessment is carried out with a scoring system where a score of 0 is the lowest value, and 100 is the highest value.Results: The average quality of life of the woman's post abdominal and vaginal hysterectomy was 91.71 ± 6.73 and 99.07 ± 1.66 respectively. There is a difference in the mean value of quality of life of women and post abdominal and vaginal hysterectomy (p<0.05).Conclusion: There was a significant difference between the quality of life of women after hysterectomy, where women who underwent vaginal hysterectomy had a higher quality of life than women who underwent abdominal hysterectomyKeywords: Hysterectomy, Abdominal, Vaginal, Quality of life
Evaluasi Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Puskesmas dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sijunjung Deswinda Deswinda; Rosfita Rasyid; Firdawati Firdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.994

Abstract

Indonesia merupakan negara nomor dua dengan beban tertinggi akibat Tuberkulosis (TB) di dunia setelah India. Penemuaan penderita TB di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2013 sampai 2017 terus mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap penanggulangan TB paru di puskesmas dalam penemuan penderita TB paru dengan pendekatan sistem, yaitu input (kebijakan, sumberdaya manusia, metode, dana, sarana), proses (perencanaan, penggerakkan-pelaksanaan, monitoring dan evaluasi), dan output (pencapaian program penemuan penderita TB) di Kabupaten Sijunjung tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program TB berpedoman kepada peraturan dari pusat (kementerian kesehatan), tenaga kesehatan dalam penemuan penderita TB kurang, metode yang digunakan dalam penemuan penderita TB adalah pasif dan aktif, dana dan sarana guna penemuan penderita TB masih kurang. Proses, perencanaan di puskesmas sudah sesuai dengan pedoman, penggerakkan-pelaksanaan dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik, monitoring dan evaluasi dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program penanggulangan TB dalam penemuan penderita TB paru di Kabupaten Sijunjung belum berjalan dengan baik dan hasilnya belum mencapai target yang ditetapkan.
Analisis Sistem Rujukan Kelainan Refraksi dari Puskesmas ke Rumah Sakit di Kota Pariaman Tahun 2018 Marwis Marwis; Firdawati Firdawati; Erkadius Erkadius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1043

Abstract

Salah satu upaya pelayanan kesehatan mata adalah pelayanan kelainan refraksi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014, kelainan refraksi masuk dalam 144 diagnosis yang harus diselesaikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2015–2017 menunjukkan bahwa semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit yang jumlahnya setiap tahun menunjukan peningkatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana penanganan kelainan refraksi dan faktor penyebab dirujuknya kelainan refraksi ke rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data karakteristik responden didapatkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi tentang pelayanan kelainan refraksi pada Puskesmas-Puskesmas di Kota Pariaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa SDM untuk pelayanan refraksi di puskesmas Kota Pariaman sudah memadai dari segi kompetensi. Sarana prasarana untuk pemeriksaan refraksi sudah lengkap pada semua puskesmas. SOP untuk pemeriksaan refraksi hanya dimiliki oleh puskesmas yang memiliki tenaga refraksionis. Pelayanan sudah dimulai dari anamnesa, pemeriksaan mata dasar dan pemeriksaan refraksi. Semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit karena adanya panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan bahwa untuk mendapatkan kacamata bagi peserta JKN harus dengan rekomendasi dokter spesialis mata. Hasil penelitian dapat disimpulkan merujuk semua kelainan refraksi ke rumah sakit adalah karena panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit serta terjadinya in-efisiensi anggaran.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Dokter Jaga IGD tentang Penatalaksanaan Kasus Henti Jantung di Rumah Sakit Tipe C se-Sumatera Barat Sakinah Sakinah; M. Fadil; Firdawati Firdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.964

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dokter jaga IGD diataranya usia, lama kerja di IGD, sertifikat ACLS, masa berlakunya dan lulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan dokter jaga IGD tentang penatalaksanaan kasus henti jantung di rumah sakit tipe C di Sumatera Barat. Jenis penelitian ini adalah studi analitik bivariat dengan pendekatan survei dan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel . Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling pada beberapa kota dan kabupaten yang dianggap dapat mewakili wilayah Sumatera Barat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi untuk kemudian diisi oleh responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa umur, masa kerja, kepemilikan sertifikat ACLS, masa berlakunya serta lulusan masing-masing memilki nilai p sebesar 0,853 (p>0,05), 0,077 (p>0,05), 0,005 (p<0,05), 0,032 (p<0,05), 0,002 (p<0,05). Simpulan penelitian adalah ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dokter jaga IGD dalam penatalaksanaan kasus henti jantung antara lain kepemilikan sertifikat ACLS, masa berlaku ACLS dan lulusan perguruan tinggi sebelumnya.
Analisis Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam Mengatasi Masalah Stunting Berdasarkan Nutrition Commitment Index 2018 Merri Syafrina; Masrul Masrul; Firdawati Firdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.997

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Padang Pariaman pada tahun 2017 angka stunting adalah 33,6%. NCI adalah indeks untuk mengukur komitmen pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi dengan 12 indikator yang dikelompokkan dalam 3 tema yaitu anggaran, kebijakan program dan hukum. Tujuan penelitian inin adalah menganalisis komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mengatasi stunting berdasarkan NCI. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian studi kebijakan (policy study), dan juga dilakukan skoring serta wawancara pada informan. Jumlah informan penelitian yaitu 11 orang. Analisis data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian dari 12 indikator NCI, total skor adalah 6 diantaranya untuk skor 1 yaitu promosi MP-ASI, kondisi program gizi dalam kebijakan daerah, prioritas gizi dalam perencanaan daerah, koordinasi lintas sektor, target program gizi dan survei gizi. Ada 6 indikator dengan skor 0 diantaranya anggaran program gizi (stunting) yang masih kurang, cakupan Vitamin A belum mencapai terget, cakupan air bersih belum mencapai target, cakupan sanitasi belum mencapai target, kunjungan ibu hamil belum mencapai target dan tidak ada regulasi/hukum tentang perbaikan gizi.
Analisis Pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018 Laura Suciono; Firdawati Firdawati; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i3.1059

Abstract

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan puskesmas secara menyeluruh (terpadu) dengan konsep wilayah kerja puskesmas.Permasalahan SP2TP di Kota Padang adalah sekitar 40% puskesmas yang menyerahkan laporan SP2TP tidak tepat waktu dan sekitar 70 % dari seluruh laporan yang dikirim puskesmas ke Dinas Kesehatan masih kurang lengkap dan diragukan keakuratannya. Hal ini mengakibatkan keterlambatan Dinas Kesehatan Kota dalam menyerahkan laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan ke Kementrian Kesehatan, hal lain juga berdampak pada penyusunan perencanaan program kesehatan yang tidak tepat sasaran. Tujuan penelitian ini adalah melihat pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018. Metode penelitian adalah studi kebijakkan jeniskualitatif dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan telah dokumen, dengan jumlah 24 informan dari Dinas kesehatan dan Puskesmas Kota Padang. Hasil dari penelitian diketahui jika pelaksanaan SP2TP di Kota Padang belum optimal, yang disebabkan masih kurangnya tenaga terlatih SP2TP, sarana prasarana serta dana juga masih kurang, dari proses pelaksanaan SP2TP masih belum mengikuti juknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, serta belum adanya pengorganisasian yang baik, dan sistem pencatatan dan pelaporan yang masih manual.
Model Determinan Perilaku “Lelaki Seks Lelaki” di Kota Padang, Sumatera Barat Hardisman Hardisman; Firdawati Firdawati; Ilma Nuria Sulrieni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.878

Abstract

Pada tahun 2016, Kota Padang Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat dikejutkan dengan laporan tingginya insiden kasus HIV/AIDS di Indonesia. Tingginya kasus HIV/AIDS berhubungan dengan prostitusi dan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari akar permasalahan determinan perilaku LSL di Kota Padang yang dikenal dengan negeri yang religius. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, berupa wawancara terhadap 44 orang pelaku yang didapatkan secara snowball, petugas Komisi Penanggulanan AIDS (KPA) Kota Padang dan konselor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tersebar dari berbagai tingkat pendidikan dan pekerjaan. Awal mula perilaku LSL umumnya coba-coba saat usia remaja tatkala pubertas dengan nafsu seksual yang bergejolak (54,5%) sebagai pengalihan dari berhubungan seks dengan perempuan. Ada juga pelaku yang pernah menjadi korban pelecehan seksual dari laki-laki dewasa. Anak yang kurang kasih sayang dalam keluarga, mencoba mencari sosok yang dapat menyayanginya, mudah diperdaya oleh pelaku LSL dewasa. Korban pelecahan saat anak-anak, kemudian saat remaja daan beranjak dewasa juga coba-coba untuk melakukan LSL. Perilaku yang awalnya coba-coba akan menjadi menetap jika mendapatkan lingkungan yang mendukung. Studi ini membuktikan bahwa rendahnya kualitas pola asuh dalam keluarga dan kontrol sosial berperan terhadap munculnya perilaku LSL.
Hubungan Pemberian Jenis Makanan Pendamping ASI dengan Perkembangan Bayi Umur 9-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang Yulia Fitriani; Firdawati Firdawati; Gustina Lubis
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1146

Abstract

AbstrakBayi berumur enam bulan ke atas sudah bisa diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Puskesmas Lubuk Begalung merupakan puskesmas yang terbanyak dilakukan pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang bayi (95,3 %). Tujuan: Menentukan hubungan jenis MP-ASI dan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bayi umur 9-12 bulan. Metode: Ini adalah studi mixed method yaitu tahap awal pengumpulan data dan analisis menggunakan metode kuantitatif, dilanjutkan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang pada bulan Agustus sampai Maret 2019. Sampel penelitian kuantitatif adalah bayi umur 9-12 bulan sebanyak 100 orang dengan teknik consecutive sampling dan sampel kualitatif sebanyak 9 orang diambil dengan purposive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dengan mewawancara ibu bayi menggunakan food recall setelah itu melakukan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk melihat perkembangan bayi. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil: Terdapat 19 % bayi mengalami perkembangan meragukan dan 37 % bayi diberi jenis makanan pendamping ASI lokal. Dari 37 orang bayi yang diberi MP-ASI lokal didapatkan kecukupan energi MP- ASI sesuai 51,4 % dan kecukupan protein MP-ASI sesuai 83,8 %. Simpulan: Terdapat hubungan yang significant antara kecukupan energi dan protein MP-ASI lokal dengan perkembangan sedangkan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan adalah genetik/keturunan, ekonomi dan lingkungan. 
Co-Authors Abdiana Abdiana Abdiana Abdiana, Abdiana Abdiana, Abdiana Adang Bachtiar Ade Rahmadini Adrial Adrial Afrah, Rahmayani Al Hafiz ALADIN ALADIN Aladin Aladin Amir, Arni Amri, Dudi Anisa Ulfah Antonius, Puja Agung Aprila, Prety Zinta Arde Hidayat Ariadi Ariadi Arni Amir Assyura, Fazhladia Asterina, Asterina Bobby Indra Utama David Perdana Defrin Defrin Defrin, Defrin Deswinda Deswinda Dewi Ayu Ningsih Dia Rofinda, Zelly Dia Dolly Irfandy Dwiesfiza Muharawita Edison Edison Enda Gusnita Erda Mutiara Halida Erkadius Erkadius Esinelya Esinelya Eva Decroli Fahmelia, Diva Fauzan F Fauzan Junanda Putra Fiandra, Yudha Fika Tri Anggraini Fitria, Henni Genia Alda Fitria Gusti Revilla Gustina Lubis Halida, Erda Mutiara Hanum, Fathiya Juwita Hardisman Hasmiwati Helmi Helmi Hendra, Gabriel Septian Hendriani, Berliana Husna Yetti Husni, Lailatul Ida Rahma Burhan Ida Rahmah Burhan Iffah, Uliy Ilma Nuria Sulrieni Indah Lisfi Ismul Ismul Laras Surakusuma Laura Suciono Lisma Evareny Lubis, Siska Ilannur M. Fadil Machmud, Rizanda Maharani, Rifty Zhafira Mahata, Liganda Endo Maputra, Yantri Marwis Marwis Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul, Masrul Meka Melani Sari Merri Syafrina Miftah Irrahmah Milano, Ryan Suheil Mohamad Reza Muhammad Luthfi Muhammad Zaldy Rasyid Putra Najirman, Najirman Nelmi Silvia Netti Suharti, Netti Nizwardi Azkha Nora Harminarti Novizar Nazir Nur Afrainin Syah Nur Indrawati Lipoeto Nurhayati Nurhayati Nuzulia Irawati Oktavia, Mutiara Pom Harry Satria Putri Azzahroh Putri, Biomechy Oktomalio Putri, Viorika Marsafa Rahmadian, Rizki Rahmadini Faricha Hakim Rahman, Andio Rahmatias, Fadiyah Ratu Fawwaz Efendi Rauza Sukma Rita Rina Gustia Rizal, Wadratul Jannah Rosfita Rasyid Rosfita Rasyid Russilawati, Russilawati Rustam, Musfardi Sakinah Sakinah Salsabila Dhiyaa Syifa Sari, Fitri Yunita Selfi Renita Rusjdi Selian, Rada Almina Siti Nurhajjah, Siti Sri Melda Br Bangun Suradi, Asy Syfa Teguh Widodo Tuti Ernawati Ulfa Esterina Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Utama, Bobby Indra Vera Pujani Wetra Fauza Wiwit Fetrisia Yanti, Farah Sevnell Yanti, Roza Sri Yantri Maputra Yonariza Yonariza Yosi Aguslida Yulia Fitriani Yulia, Dwi Yulika, Marzatia Yulistini, Yulistini Yulizawati, Yulizawati Yuniar Lestari Yuniar Lestari Zul'afiyati Huwaida