Penelitian ini mengembangkan model optimasi jaringan rantai pasok biomassa berbasis Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk kasus limbah sekam padi di lima kabupaten Sumatera Utara yang memasik dua PLTU cofiring (Pangkalan Susu dan Labuhan Angin). Hasil optimasi menunjukkan total biaya rantai pasok sebesar Rp 204,7 miliar per tahun, dengan seluruh lima fasiltas pengolahan tetap diperlukan karena kapasitas total mendekati batas lenitihan menyebabkan efesiensi biaya optimasi sebesar 0% dibandingkan skenario eksisting. Model hanya mampu memenuhi 80% kebutuhan biomassa kedua PLTU, mengindikasikan keterbatasan kapasitas jaringan saat ini. Analisis sensitibitas menunjukkan total biaya berubah proporsional ( 15,3% hingga 22,9%) terhadap fluktasi tarif . Temuan ini merekomendasikan ekspansi kapasitas fasilitas pengolahan dan subsidi tarif transportasi sebagai prioritas kebijakan untuk mendukung target cofiring biomassa nasional.
Copyrights © 2026