Isu radikalisme telah mendorong berbagai negara untuk menyusun kebijakan untuk menjaga keamanan nasional, seperti Australia dan Amerika Serikay yang sama-sama dua negara dengan nilai demokratis dan landasan sekularisme, hal ini justru menunjukkan respons yang berbeda dalam merespons radikalisme yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deksriptif dengan pendekatan komparatif, maka dari itu penggunaan teori sistem politik David Easton menjadi sebuah kerangka analisis untuk melihar dinamika input politik, proses konversi, hingga output yang dihasilkan. Analisis ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat merespon ancaman radikalisme memfokuskan pada keamanan nasional dengan pendekatan represif dan peruasan otoritas aparat, sedangkan Australia memadukan penegakan hukum dengan upaya pencegahan sosial berbasis komunitas. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa respons negara terhadap radikalisme tidak hanya dipengaruhi oleh ancamannya, namun pada bagaimana sistem politik memproses tuntutan publik dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Kata Kunci: Radikalisme; kebijakan kontra-terorisme; teori sistem politik; Amerika Serikat; Australia.
Copyrights © 2026