Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko mengalami penyakit akibat kerja, hal ini disebabkan karena petani rumput laut masih melakukan pekerjaannya secara manual. Oleh karena itu, pendekatan K3 partisipatif dalam pemetaan risiko kesehatan kerja pada petani rumput laut hadir sebagai metode yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung petani dalam mengidentifikasi bahaya dan menyusun langkah-langkah pencegahan.Penelitian ini bertujuan memetakan risiko kesehatan kerja pada petani rumput laut di Desa Laikang menggunakan pendekatan partisipatif K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif partisipatif dengan melibatkan 18 petani sebagai responden melalui teknik body mapping, risk mapping, dan focus group discussion (FGD). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian ini mengidentifikasi risiko kesehatan yang signifikan berupa risiko ergonomi, biologis, lingkungan, fisik, psikososial, dan kimia yang dialami secara beragam oleh petani rumput laut. Keluhan fisik dominan terjadi pada tangan, pergelangan, punggung, pinggang, dan kaki yang terkait dengan posisi kerja seperti: membungkuk, pengangkutan manual, dan paparan lingkungan kerja pesisir. Pengetahuan dan penggunaan alat pelindung diri masih rendah, sedangkan tekanan kerja dan kondisi lingkungan menambah beban psikososial petani. Pendekatan partisipatif dalam penelitian ini efektif untuk mengidentifikasi risiko secara akurat dan memberdayakan petani dalam merancang solusi yang sesuai dengan kondisi lokal
Copyrights © 2026