ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas penyakit infeksi menular di dunia, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Kondisi pengelolaan sampah yang tidak memadai berkontribusi terhadap meningkatnya paparan faktor risiko lingkungan, seperti debu, gas hasil dekomposisi, dan bioaerosol, yang selanjutnya dapat memicu terjadinya ISPA, khususnya pada kelompok yang beraktivitas langsung di lingkungan persampahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama bekerja dan penggunaan masker kejadian ISPA pada pemulung di TPA II Muara Fajar Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Cross Sectional Study. Populasi merupakan seluruh pemulung yang ada di TPA II Maura Fajar yaitu berjumlah 170 orang, penghitungan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 48 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara lama bekerja (p value: 0.007), dan tidak terdapat hubungan pengunaan masker (p value: 1.000) dengan dengan kejadian ISPA pada pemulung di TPA II Muara Fajar Kota Pekanbaru.
Copyrights © 2026