Transformasi digital dan kebijakan fleksibilitas kerja pascapandemi COVID-19 melahirkan tren Work from Anywhere (WFA) yang memberikan keleluasaan bagi pekerja, termasuk ibu bekerja (working mothers), untuk menyeimbangkan peran profesional dan domestik. Namun, dinamika ini juga menimbulkan tantangan baru terhadap perlindungan sosial dan kesejahteraan kerja, terutama bagi perempuan yang menghadapi beban ganda. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak WFA terhadap kesejahteraan ibu bekerja serta mengevaluasi relevansi dan kesenjangan kebijakan perlindungan sosial yang ada. Penelusuran sistematis dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci: (“working mother” OR “female worker”) AND (“work from home” OR “remote work” OR “work from anywhere”) AND (“social protection” OR “social policy” OR “labor policy”). Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan publikasi 10 tahun terakhir (2015–2025). Sebanyak 36 studi memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa WFA berpotensi meningkatkan fleksibilitas waktu dan partisipasi tenaga kerja perempuan, namun juga memperbesar risiko beban kerja ganda, stres psikosial, dan ketidaksetaraan akses terhadap jaminan sosial. Dukungan kebijakan berupa cuti berbayar, asuransi kesehatan, serta perlindungan kerja fleksibel masih terbatas dan tidak merata secara global. WFA dapat menjadi peluang bagi ibu bekerja untuk mencapai keseimbangan kerja–keluarga, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kebijakan perlindungan sosial yang adaptif dan berperspektif gender.
Copyrights © 2026