Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR RISIKO GANGGUAN OTOT DAN TULANG RANGKA AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PERKANTORAN: A SYSTEMATIC REVIEW Nurul 'Afifah Hijami; L. Meily Kurniawidjaja
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.2972

Abstract

Gangguan otot dan tulang rangka akibat kerja (Gotrak) menjadi salah satu penyakit yang paling umum terjadi. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis faktor risiko gotrak pada pekerja bagian perkantoran. Studi ini merupakan studi systematic review menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses) dengan dua mesin penelusuran artikel yaitu PubMed dan Science Direct. Penelusuran dalam studi ini menggunakan kata kunci “Work-related Musculoskeletal Disorder OR MSDs OR Wmsds AND Office Worker”. Variabel faktor risiko gotrak pada pekerja perkantoran yang paling banyak ditemukan yaitu postur janggal, jenis kelamin, usia, faktor psikososial, durasi kerja, desain tempat kerja, tuntutan kerja, lama kerja, dan diikuti beberapa faktor risiko lainnya. Postur janggal, jenis kelamin, dan umur merupakan variabel faktor risiko yang paling banyak ditemukan mempengaruhi kejadian gotrak. Perlu dilakukan pengendalian untuk menurunkan kejadian gotrak pada pekerja perkantoran dengan memperhatikan faktor-faktor variabel yang ada.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DI POSYANDU TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN DAN KOMITMEN DALAM MEWUJUDKAN RUMAH BEBAS ASAP ROKOK DI KELURAHAN TANJUNG SARI Larasti, TA; Hijami, Nurul 'Afifah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3671

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang strategis dalam pelayanan kesehatan dasar dan promosi kesehatan di tingkat desa. Tingginya prevalensi merokok, termasuk paparan asap rokok pada anak dan remaja di rumah tangga, yang menjadi masalah kesehatan masyarakat serius, khususnya di Lampung Selatan. Posyandu memiliki potensi besar sebagai wadah promotif dan preventif untuk menekan angka perokok dan meningkatkan kesadaran bahaya merokok, serta pentingnya dukungan keluarga untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan intervensi promosi kesehatan tentang "Dukungan Keluarga untuk Berhenti Merokok" di Posyandu Melati, Desa Tanjung Sari, serta menyoroti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi keluarga untuk menciptakan rumah bebas asap rokok. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa Intervensi promosi kesehatan, yang didukung media edukatif seperti leaflet dan standing banner, terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test 9,83 meningkat menjadi 11,08 pada post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman, terutama tentang peran keluarga dan strategi praktis dalam mewujudkan rumah bebas asap rokok.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELOMPOK PENGAJIAN SITI KHODIJAH-MASJID AL-HIDAYAH DI KELURAHAN RAJABASA RAYA BANDAR LAMPUNG Ulfah, Maya; Nurfatihah Z, Zahara; Hijami, Nurul Afifah; Andriansyah; Permana, Muhammad Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3759

Abstract

Lansia dan kelompok ibu rumah tangga memiliki peran krusial dalam kesehatan keluarga, namun sering menghadapi tantangan fisik dan pengetahuan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi PHBS kepada kelompok ibu-ibu pengajian Siti Khodijah di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode kegiatan menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif dan tanya jawab, dengan efektivitas yang diukur melalui desain pre-test dan post-test pada 22 orang peserta. Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sebesar 86,3% (kategori Tinggi). Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan skor post-test menjadi 90,8% (kategori Tinggi). Peningkatan ini membuktikan bahwa materi edukasi berhasil memperdalam pemahaman peserta terkait sanitasi dan kebiasaan sehat. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan interaktif efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga secara berkelanjutan.
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI MANAJEMEN STRES DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT Kurniawan, Betta; Kurniawaty, Evi; Susianti, Susianti; Mutiara, Hanna; Hijami, Nurul 'Afifah; Permana, Aditya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3767

Abstract

Nelayan memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat pola hidup tidak sehat, beban kerja fisik, serta stres psikososial. Edukasi kesehatan dan manajemen stres diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 11 September 2025 di Desa Sukaraja, melibatkan 30 nelayan. Metode berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 pertanyaan terkait hipertensi, manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Skor diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi total pertanyaan dikali 100. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setelah sesi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,67% (pre-test) menjadi 82,33% (post-test), dengan peningkatan 32,67%. Peningkatan tertinggi terdapat pada teknik relaksasi (50%) dan manajemen stres (43,33%), diikuti gaya hidup sehat (40%) serta definisi (36,67%). Peningkatan terendah pada aspek dampak positif (20%) dan strategi (23,33%). Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Edukasi mengenai manajemen stres dan gaya hidup sehat efektif meningkatkan pengetahuan nelayan penderita hipertensi. Intervensi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi promotif-preventif untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer di wilayah pesisir.
EDUKASI MENGENAI PENCEGAHAN BULLYING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN REMAJA DI SMK BINTANG NUSANTARA MARGA AGUNG LAMPUNG SELATAN suharmanto, suharmantoarman; Permana, M. Aditya; Hijami, Nurul 'Afifah; Andriansyah, Andriansyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3775

Abstract

Pencegahan bullying melibatkan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan sosial. Pencegahan ini mencakup pendidikan, kampanye anti-bullying, penguatan keterampilan sosial, dan kebijakan sekolah yang jelas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i mengenai pencegahan bullying sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup remaja. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa/I SMK Bintang Nusantara Marga Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan remaja tentang pencegahan bullying; 2) penyuluhan tentang pencegahan bullying untuk meningkatkan kualitas hidup remaja. Pengukuran pengetahuan siswa/I tentang pencegahan bullying dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa/I tentang pencegahan bullying. Hasil pengukuran sebelum penyuluhan digunakan sebagai parameter pemberian materi penyuluhan. Sedangkan hasil pengukuran setelah penyuluhan digunakan untuk membandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan cara tanya jawab antara penyuluh dan peserta serta membagikan kuesioner. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan bullying pada siswa/I SMK Bintang Nusantara Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. < Kata kunci: edukasi kesehatan, pencegahan bullying, remaja.
Tingkat Kelelahan Fisik dan Mental Relawan pada Respon Bencana di Aceh Nurul 'Afifah Hijami; Zahara Nurfatihah Z
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1085

Abstract

Kelelahan fisik dan mental merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi pada relawan tanggap bencana akibat tuntutan kerja yang tinggi, jam kerja yang panjang, dan waktu pemulihan yang terbatas. Kondisi ini dapat menurunkan kinerja dan meningkatkan risiko kesalahan operasional selama respons darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelelahan fisik dan mental pada relawan tanggap bencana di Aceh serta menganalisis hubungan dengan durasi kerja harian, lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dan durasi aktivitas fisik berat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan melalui survei daring yang melibatkan 35 relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan tanggap bencana di Aceh. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Fatigue Assessment Scale. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan distribusi kelelahan, sedangkan analisis bivariat dengan uji chi square digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Sebagian besar relawan mengalami tingkat kelelahan rendah hingga sedang. Ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kelelahan dengan durasi kerja harian serta lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan nilai p kurang dari 0,05. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas fisik berat dengan tingkat kelelahan, dengan nilai p lebih dari 0,05. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jam kerja dan pemenuhan waktu istirahat yang cukup untuk melindungi kesehatan relawan.
Kesehatan Mental, Stres Kerja, dan Burnout Sebagai Isu K3 Di Indonesia: Tinjauan Literatur Nurul 'Afifah Hijami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1095

Abstract

Psychosocial risks in the workplace, such as high workload, role conflict, and low organizational support, are increasingly recognized as key determinants in occupational health and safety. Chronic exposure to these factors is associated with work-related stress, burnout, mental health problems, and reduced productivity and workplace safety. This review aims to analyze recent scientific evidence on work-related stress and burnout among workers and their impact on health and organizational performance. A literature review was conducted on articles published in Indonesian and English in peer reviewed journals over the past eight years. Included study designs comprised systematic reviews, meta-analyses, randomized controlled trials, cohort studies, cross-sectional studies, and qualitative studies measuring work-related stress, burnout, or psychosocial risks in occupational settings. The findings indicate a consistent association between psychosocial risks and increased levels of work-related stress and burnout across various sectors, including healthcare, transportation, construction, education, and industry. Reported impacts include mental health disorders, increased absenteeism, reduced productivity, and higher risk of occupational accidents. Multilevel organizational interventions demonstrate greater effectiveness compared with individual-based approaches alone. Work-related stress and burnout represent strategic issues in occupational health and safety. Integrating psychosocial risk management into organizational policies and practices is essential to protect workers’ health and maintain workplace safety and performance.
Smartphone Use and Musculoskeletal Disorders: A Systematic Review of Epidemiological Evidence and Potential on Inflammatory Mechanisms Nurul Afifah Hijami; Maya Ulfah
Indonesian Journal of Life Sciences 2026: IJLS Vol 08 No.01
Publisher : Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54250/ijls.v8i01.301

Abstract

Smartphone use among adults has increased and often involves prolonged exposure with sustained non-neutral neck posture. Epidemiological studies report a high prevalence of neck and shoulder pain among frequent users. Biomechanical loading of the cervical spine is considered a main mechanism, while inflammatory processes have been proposed as an additional pathway. This systematic review evaluated the association between smartphone use and musculoskeletal complaints, focusing on inflammatory biomarkers as a potential biological mechanism. The review followed PRISMA 2020 guidelines. Searches were conducted in PubMed and ScienceDirect for peer-reviewed studies published between 2018 and 2025. Eligible studies included adults aged 18 years or older who reported smartphone use exceeding 2 to 3 hours per day. Exposure was commonly assessed using self-report questionnaires or structured surveys. Studies examining neck or shoulder outcomes, posture, or inflammatory biomarkers were included. Observational studies, randomized controlled trials, and ergonomic interventions were eligible. Thirty studies met the inclusion criteria. Most reported significant associations between prolonged smartphone use, sustained neck flexion, and musculoskeletal pain in the neck and shoulders. Prevalence ranged from moderate to high among students and workers with a daily use of 3 to 9 hours. No included study directly measured inflammatory biomarkers in general smartphone users. Related evidence indicates elevated IL-6 and C-reactive protein in sedentary populations with high device exposure.
Hubungan Chronotype Berbasis Skor Morningness-Eveningness Questionnaire dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Zahara Nurfatihah Z; Nurul ‘Afifah Hijami; Ghea Farmaning Thias Putri
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.357

Abstract

Latar Belakang: Gangguan ritme sirkadian banyak terjadi pada mahasiswa akibat pola tidur tidak teratur, paparan cahaya biru, dan gaya hidup malam yang mendorong pergeseran chronotype ke tipe malam (eveningness). Pergeseran chronotype ini berdampak pada regulasi metabolisme lipid, sekresi leptin-ghrelin, dan jalur insulin-signaling. Individu dengan chronotype malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara chronotype berbasis skor Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) dengan parameter risiko metabolik Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 57 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun yang dipilih menggunakan convenience sampling. Chronotype dinilai menggunakan MEQ dan IMT dihitung berdasarkan data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan secara mandiri. Analisis statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, korelasi Spearman, dan one-way ANOVA dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden termasuk chronotype intermediate (68,4%) dengan rerata skor MEQ 54,35 ± 6,58 dan rerata IMT 21,51 ± 4,34 kg/m². Korelasi Spearman antara skor MEQ dan IMT menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (p = 0,305). Tidak terdapat perbedaan IMT yang bermakna antar kelompok chronotype (p = 0,962). Kesimpulan: Hubungan antara chronotype dan IMT pada mahasiswa tidak signifikan secara statistik. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel lebih besar, pengukuran antropometri objektif, dan penambahan biomarker metabolik seperti kadar leptin dan profil lipid diperlukan untuk mengevaluasi hubungan ini secara lebih komprehensif.
Peningkatan Peran Usaha Kesehatan Sekolah untuk Pencegahan Nomophobia di SMPN 30 Kecamatan Panjang Ta Larasati; Rika Lisiswanti; Nurul &#039;Afifah Hijami
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3982

Abstract

Penggunaan smartphone yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan risiko kesehatan mental, salah satunya adalah nomophobia, yaitu kecemasan berlebihan ketika jauh dari ponsel. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan interaksi sosial siswa sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui peran sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang nomophobia melalui penyuluhan di SMPN 30 Kecamatan Panjang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest post test pada 30 siswa. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk menilai perubahan pengetahuan terkait definisi, faktor risiko, dampak kesehatan, dan pencegahan nomophobia. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 82,99% dan meningkat menjadi 84,33% pada post-test, dengan selisih 1,33%. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek dampak kesehatan fisik (16,7%) dan cara pencegahan (13,3%). Beberapa aspek seperti faktor risiko dan dampak sosial mengalami penurunan kecil, namun secara keseluruhan penyuluhan mampu mempertahankan serta meningkatkan pemahaman siswa. enyuluhan berperan positif dalam memperluas pengetahuan siswa mengenai nomophobia, terutama pada dampak kesehatan fisik dan pencegahannya. Intervensi ini relevan untuk diintegrasikan dalam program Sekolah Sehat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap permasalahan kesehatan mental akibat penggunaan smartphone berlebihan.