Mahasiswa sering menghadapi tuntutan akademik tinggi serta beban tugas klinis yang padat, yang berpotensi memicu stres akademik dan menurunkan kualitas tidur. Permasalahan ini penting diteliti karena kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, daya ingat, serta kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Permata Nusantara. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 202 mahasiswa aktif tingkat 1-3 melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Perception Academic Stress Scale (PASS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Spearman Rank. Mayoritas responden mengalami stres akademik tinggi sebesar (81,2%) dan memiliki kualitas tidur buruk (75,2%). Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi p = 0,031 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,153, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan arah positif namun berkekuatan lemah antara stres akademik dan kualitas tidur. Lemahnya hubungan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti regulasi hormon, ritme sirkadian, serta strategi koping individu. pentingnya penguatan manajemen stres dan edukasi sleep hygiene bagi institusi pendidikan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas istirahat di tengah beban akademik yang tinggi.
Copyrights © 2026