Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi di Puskesmas Way Urang mengalami peningkatan jumlah pasien hipertensi pada tahun 2024 tercatat 1.745 pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti latihan relaksasi. Pemanfaatan teknologi Virtual reality (VR) dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan efektivitas relaksasi pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan relaksasi menggunakan kacamata Virtual reality terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Way Urang Kalianda Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 917 responden dan sampel yang dipakai berjumlah 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter. Data dianalisis menggunakan uji t-test karena ber distribusi normal. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 175,30 mmHg dan diastolik 100,80 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 139,10 mmHg dan diastolik menjadi 88,50 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan latihan relaksasi VR terhadap penurunan tekanan darah. Latihan relaksasi menggunakan Virtual reality efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan terapi nonfarmakologis pendukung di pelayanan primer. Disarankan Puskesmas dapat mengembangkan program relaksasi berbasis teknologi sebagai inovasi promotif dan preventif.
Copyrights © 2026