Anggie Stiexs
Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DAN JALAN KAKI 30 MENIT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2026 Zafira Zalsa Della; Tubagus Erwin; Anggie Stiexs
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56909

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur akibat penyakit kardiovaskular dan termasuk masalah kesehatan kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti isometric handgrip exercise dan jalan kaki diketahui efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah, namun perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas isometric handgrip exercise dan jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan two group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi terhadap penurunan tekanan darah, dengan nilai p pada tekanan sistolik sebesar 0,412 dan diastolik sebesar 0,137 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara isometric handgrip exercise dan jalan kaki 30 menit dalam menurunkan tekanan darah. Meskipun demikian, kedua intervensi terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis, dengan isometric handgrip exercise menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu, integrasi kedua metode ini disarankan dalam program pelayanan kesehatan untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular.
PENGARUH LATIHAN RELAKSASI KACAMATA VIRTUAL REALITY TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS WAY URANG KALIANDA LAMPUNG SELATAN Aura Dania Agustina; Resa Livia Nica; Anggie Stiexs
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56919

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi di Puskesmas Way Urang mengalami peningkatan jumlah pasien hipertensi pada tahun 2024 tercatat 1.745 pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti latihan relaksasi. Pemanfaatan teknologi Virtual reality (VR) dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan efektivitas relaksasi pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan relaksasi menggunakan kacamata Virtual reality terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Way Urang Kalianda Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 917 responden dan sampel yang dipakai berjumlah 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter. Data dianalisis menggunakan uji t-test karena ber distribusi normal. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 175,30 mmHg dan diastolik 100,80 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 139,10 mmHg dan diastolik menjadi 88,50 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan latihan relaksasi VR terhadap penurunan tekanan darah. Latihan relaksasi menggunakan Virtual reality efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan terapi nonfarmakologis pendukung di pelayanan primer. Disarankan Puskesmas dapat mengembangkan program relaksasi berbasis teknologi sebagai inovasi promotif dan preventif.