Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Di RSUD Eko Maulana Ali terdapat 436 pasien rawat jalan dan 166 pasien rawat inap pada tahun 2025. Stres psikologis pada pasien DM dapat meningkatkan kadar gula darah melalui peningkatan hormon stres yang mengganggu regulasi insulin. Terapi relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi stres dan mengontrol kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RSUD Eko Maulana Ali Belinyu tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group design pada 22 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (12 orang) dan kelompok kontrol (10 orang). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria pasien DM tipe 2 yang mengkonsumsi obat antidiabetik rutin. Pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan glukometer sebelum dan sesudah intervensi. Terapi relaksasi otot progresif diberikan selama 10-15 menit dengan fokus penegangan dan pelepasan otot secara bertahap. Penelitian dilaksanakan 25 November-15 Desember 2025. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden memiliki kadar gula darah >300 mg/dL, setelah terapi menurun menjadi <200 mg/dL. Uji paired sample t-test kelompok eksperimen sesi 1 menunjukkan p-value = 0,006 dan sesi 2 p-value = 0,001. Terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah (p-value 0,000 < 0,05). Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.
Copyrights © 2026