Maryana Maryana
Institut Citra Internasional, Program Studi Ilmu Keperawatan, Pangkalpinang, Prov. Kep. Bangka Belitung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS SISTEM PELAYANAN GAWAT DARURAT TERPADU DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI PSC 119 KABUPATEN BANGKA TAHUN 2024 danda Aryanda; Rizky Meilando; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.45441

Abstract

Kualitas pelayanan di PSC 119 menjadi syarat mutlak dan menjadi tolak ukur, pembanding atau acuan sampai sejauh mana pelayanan yang diberikan itu dapat diterima dan dirasakan manfaatnya, sehingga mampu memenuhi harapan ataupun memenuhi kepuasan. Kepuasan pasien adalah indikator dari kualitas pelayanan kesehatan secara perorangan. diketahuinya Hubungan Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu dengan Kepuasan Keluarga Pasien di PSC 119 Bangka tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Dengan desain penelitian menggunakan metode korelasional untuk mencari hubungan antara variabel independen dan dependen dengan sampel berjumlah 107 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan uji chi-square p value (0,592) α (0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara bukti fisik dengan kepuasan keluarga pasien. Hasil analisis nilai p-value (0,032) α (0,05), yang berarti ada hubungan antara keandalan dengan kepuasan keluarga pasien. Hasil analisis didapatkan nilai p-value (0,101) α (0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara daya tanggap dengan kepuasan keluarga pasien. Hasil analisis didapatkan nilai p-value (0,495) α (0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan keluarga pasien. Hasil analisis didapatkan nilai p-value (0,009) α (0,05), yang berarti ada hubungan antara empati dengan kepuasan keluarga pasien. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Hubungan Kualitas Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu Dengan Kepuasan Keluarga Pasien di PSC 119 Kabupaten Bangka Tahun 2024” dapat disimpulkan: Ada hubungan keandalan dengan kepuasan keluarga pasien di PSC 119 Kabupaten Bangka tahun 2024. Ada hubungan empati dengan kepuasan keluarga pasien di PSC119 Kabupaten Bangka tahun 2024
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EKO MAULANA ALI TAHUN 2025 ayu wandira; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56952

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Di RSUD Eko Maulana Ali terdapat 436 pasien rawat jalan dan 166 pasien rawat inap pada tahun 2025. Stres psikologis pada pasien DM dapat meningkatkan kadar gula darah melalui peningkatan hormon stres yang mengganggu regulasi insulin. Terapi relaksasi otot progresif merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi stres dan mengontrol kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RSUD Eko Maulana Ali Belinyu tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group design pada 22 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (12 orang) dan kelompok kontrol (10 orang). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria pasien DM tipe 2 yang mengkonsumsi obat antidiabetik rutin. Pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan glukometer sebelum dan sesudah intervensi. Terapi relaksasi otot progresif diberikan selama 10-15 menit dengan fokus penegangan dan pelepasan otot secara bertahap. Penelitian dilaksanakan 25 November-15 Desember 2025. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden memiliki kadar gula darah >300 mg/dL, setelah terapi menurun menjadi <200 mg/dL. Uji paired sample t-test kelompok eksperimen sesi 1 menunjukkan p-value = 0,006 dan sesi 2 p-value = 0,001. Terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah (p-value 0,000 < 0,05). Terapi relaksasi otot progresif terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.