Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap (K6) di Indonesia masih sangat rendah yaitu 17,6% jauh dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap di Indonesia. Studi ini menggunakan desain analisis data sekunder cross-sectional berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sebanyak 23.007 ibu hamil dimasukkan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat dengan mempertimbangkan desain survei yang kompleks dan bobot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ANC lengkap berhubungan dengan usia (p =0,034; Adj PR = 2,7; 95% CI: 1,1-6,6), tingkat pendidikan (p =0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,2-2,8), status pekerjaan (p < 0,001; Adj POR = 2,5 ; 95% CI : 2,2-2,8), paritas (P < 0,001; Adj POR = 1,4 ; 95% CI : 1,2-1,8), sosial ekonomi (p < 0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,3-2,3), kepemilikan asuransi kesehatan (p < 0,001; Adj POR = 4,5 ; 95% CI : 3,5-5,9), waktu tempuh ke faskes (p = 0,021; Adj POR = 1,2 ; 95% CI : 1,0 - 1,4), area tempat tinggal (p = 0,002; Adj POR = 1,2; 95% CI : 1,0-1,4), dan dukungan pendampingan kelas ibu hamil oleh suami atau keluarga (p < 0,001; Adj POR = 1,2 ; 95% CI: 1,1-1,4). Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan faktor terkuat yang berhubungan dengan kunjungan ANC lengkap. Oleh karena itu, intervensi untuk memperluas dan mengoptimalkan cakupan program asuransi kesehatan pemerintah harus berfokus pada pengurangan hambatan akses dan penguatan dukungan sosial dan ekonomi bagi ibu hamil untuk meningkatkan cakupan ANC lengkap.
Copyrights © 2026