Helmi Suryani Nasution
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINANTS OF COMPLETE ANTENATAL CARE VISITS IN INDONESIA : A CROSS-SECTIONAL ANALYSIS OF THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY Rahma Anelia Pulungan; Muhammad Syukri; Helmi Suryani Nasution; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57022

Abstract

Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap (K6) di Indonesia masih sangat rendah yaitu 17,6% jauh dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap di Indonesia. Studi ini menggunakan desain analisis data sekunder cross-sectional berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sebanyak 23.007 ibu hamil dimasukkan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat dengan mempertimbangkan desain survei yang kompleks dan bobot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ANC lengkap berhubungan dengan usia (p =0,034; Adj PR = 2,7; 95% CI: 1,1-6,6), tingkat pendidikan (p =0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,2-2,8), status pekerjaan  (p < 0,001; Adj POR = 2,5 ; 95% CI : 2,2-2,8), paritas (P < 0,001; Adj POR = 1,4 ; 95% CI : 1,2-1,8), sosial ekonomi (p < 0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,3-2,3), kepemilikan asuransi kesehatan (p < 0,001; Adj POR = 4,5 ; 95% CI : 3,5-5,9), waktu tempuh ke faskes (p = 0,021; Adj POR = 1,2 ; 95% CI : 1,0 - 1,4), area tempat tinggal (p = 0,002; Adj POR = 1,2; 95% CI : 1,0-1,4), dan dukungan pendampingan kelas ibu hamil oleh suami atau keluarga (p < 0,001; Adj POR = 1,2 ; 95% CI: 1,1-1,4). Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan faktor terkuat yang berhubungan dengan kunjungan ANC lengkap. Oleh karena itu, intervensi untuk memperluas dan mengoptimalkan cakupan program asuransi kesehatan pemerintah harus berfokus pada pengurangan hambatan akses dan penguatan dukungan sosial dan ekonomi bagi ibu hamil untuk meningkatkan cakupan ANC lengkap.
EFEKTIVITAS VARIASI FORMULASI UMPAN PADA ECO FRIENDLY FLY TRAP DI TPA TALANG GULO KOTA JAMBI TAHUN 2025 Mariyana Kholidah Lubis; Oka Lesmana S.; Andree Aulia Rahmat; Helmi Suryani Nasution; Vinna Rahayu Ningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57354

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo memiliki kepadatan lalat yang sangat tinggi dengan rata-rata 29,2 ekor per blok grill, melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 yang menetapkan kategori sangat padat pada angka >20 ekor. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius, mengingat lalat merupakan vektor penular berbagai penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco friendly fly trap dengan berbagai formulasi umpan organik sebagai upaya pengendalian populasi lalat secara ramah lingkungan di TPA Talang Gulo Kota Jambi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan post test only control group design. Perangkap dibuat dari botol bekas berukuran 1.500 ml dengan empat perlakuan, yaitu umpan tomat busuk, insang ikan, buah pisang, dan kontrol tanpa umpan. Setiap formulasi menggunakan 100 gram bahan (80 gram bahan utama, 15 gram gula, dan 5 ml air) yang difermentasi selama 1–3 hari. Penelitian dilaksanakan selama 6 hari pengulangan pada pukul 09.00–12.00 WIB. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan efektivitas antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan insang ikan merupakan formulasi paling efektif dengan total tangkapan 89 ekor (rata-rata 14,8 ekor per pengulangan), diikuti umpan tomat busuk sebanyak 63 ekor (10,5 ekor), buah pisang 32 ekor (5,33 ekor), dan kontrol hanya 3 ekor (0,5 ekor). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antarkelompok perlakuan (p = 0,000). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi bahwa umpan insang ikan dan tomat busuk masing-masing berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p < 0,05). Berdasarkan temuan ini, formulasi umpan insang ikan direkomendasikan sebagai atraktan ramah lingkungan yang paling efektif untuk pengendalian lalat di Tempat Pemrosesan Akhir.