Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo memiliki kepadatan lalat yang sangat tinggi dengan rata-rata 29,2 ekor per blok grill, melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 yang menetapkan kategori sangat padat pada angka >20 ekor. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius, mengingat lalat merupakan vektor penular berbagai penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco friendly fly trap dengan berbagai formulasi umpan organik sebagai upaya pengendalian populasi lalat secara ramah lingkungan di TPA Talang Gulo Kota Jambi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan post test only control group design. Perangkap dibuat dari botol bekas berukuran 1.500 ml dengan empat perlakuan, yaitu umpan tomat busuk, insang ikan, buah pisang, dan kontrol tanpa umpan. Setiap formulasi menggunakan 100 gram bahan (80 gram bahan utama, 15 gram gula, dan 5 ml air) yang difermentasi selama 1–3 hari. Penelitian dilaksanakan selama 6 hari pengulangan pada pukul 09.00–12.00 WIB. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan efektivitas antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan insang ikan merupakan formulasi paling efektif dengan total tangkapan 89 ekor (rata-rata 14,8 ekor per pengulangan), diikuti umpan tomat busuk sebanyak 63 ekor (10,5 ekor), buah pisang 32 ekor (5,33 ekor), dan kontrol hanya 3 ekor (0,5 ekor). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antarkelompok perlakuan (p = 0,000). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi bahwa umpan insang ikan dan tomat busuk masing-masing berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p < 0,05). Berdasarkan temuan ini, formulasi umpan insang ikan direkomendasikan sebagai atraktan ramah lingkungan yang paling efektif untuk pengendalian lalat di Tempat Pemrosesan Akhir.
Copyrights © 2026