Patient safety culture didefinisikan sebagai nilai-nilai yang dianut bersama anggota organisasi tentang apa yang ada penting, keyakinan mereka tentang bagaimana caranya segala sesuatunya berjalan dalam organisasi, dan interaksinya dengan unit pekerjaan dan struktur organisasi dan sistem, yang bersama-sama menghasilkan norma perilaku dalam organisasi yang mempromosikan keselamatan pasien. Data RS menunjukkan bahwa insiden keselamatan pasien masih menjadi masalah yang berkelanjutan, dengan kecenderungan peningkatan jumlah kasus dari tahun 2021 hingga 2023. Pada triwulan I tahun 2024, insiden masih tetap ditemukan, termasuk munculnya kasus sentinel, yang menandakan perlunya penguatan upaya pencegahan dan peningkatan mutu keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh structural empowerment terhadap patient safety culture di Rumah Sakit XY. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian adalah perawat di Rumah Sakit XY yang berjumlah 202 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh structural empowerment terhadap patient safety culture dengan nilai p<α = 0,000 < 0,05. Hal tersebut yang berarti semakin baik pemberdayaan struktural dalam organisasi, semakin kuat pula budaya keselamatan pasien yang terbentuk. Disarankan manajemen perlu melakukan audit rutin, survei budaya keselamatan, serta evaluasi berbasis indikator untuk memastikan implementasi patient safety berjalan efektif dan mengalami perbaikan berkelanjutan.
Copyrights © 2026