Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan permanen. Salah satu komplikasi utamanya adalah hipervolemia (kelebihan volume cairan) akibat ketidakmampuan ginjal meregulasi cairan, yang sering diperparah oleh rendahnya kepatuhan pasien terhadap pembatasan asupan. Di RSUD dr. T.C Hillers Maumere, kasus CKD terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah Tn. L.H (51 tahun) dengan diagnosis CKD stadium V. Intervensi yang diberikan adalah observasi dan edukasi pemantauan cairan menggunakan media lembar observasi intake-output Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8 jam, hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi edukasi pemantauan cairan efektif mengatasi masalah hipervolemia, yang ditandai dengan edema pada palpebra dan tungkai berkurang, intake output seimbang , serta kadar hemoglobin meningkat dari 7,35 g/dL menjadi 10,39 g/dL dan kreatinin menurun dari 3,18 mg/dL menjadi 2,10 mg/dL. Kesimpulan: asuhan keperawatan dengan intervensi observasi dan edukasi pemantauan cairan secara mandiri dapat mengatasi masalah keperawatan hipervolemi b.d gangguan mekanisme regulasi.
Copyrights © 2026