Agustina Sisilia Wati Dua Wida
Universitas Nusa Nipa, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERVENSI EDUKASI PEMANTAUAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANGAN FLAMBOYAN RSUD DR. T.C HILLERS MAUMERE Hanaya Zaskya Antika Juma; Agustina Sisilia Wati Dua Wida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57589

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan permanen. Salah satu komplikasi utamanya adalah hipervolemia (kelebihan volume cairan) akibat ketidakmampuan ginjal meregulasi cairan, yang sering diperparah oleh rendahnya kepatuhan pasien terhadap pembatasan asupan. Di RSUD dr. T.C Hillers Maumere, kasus CKD terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah Tn. L.H (51 tahun) dengan diagnosis CKD stadium V. Intervensi  yang diberikan adalah observasi dan edukasi pemantauan cairan menggunakan media lembar observasi intake-output Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8 jam, hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi edukasi pemantauan cairan efektif mengatasi masalah hipervolemia, yang ditandai dengan edema pada palpebra dan tungkai berkurang, intake output seimbang , serta kadar hemoglobin meningkat dari 7,35 g/dL menjadi 10,39 g/dL dan kreatinin menurun dari 3,18 mg/dL menjadi 2,10 mg/dL. Kesimpulan: asuhan keperawatan dengan intervensi observasi dan edukasi pemantauan cairan secara mandiri dapat mengatasi masalah keperawatan hipervolemi b.d gangguan mekanisme regulasi.
PENERAPAN AROMATERAPI ESSENTIAL OIL PEPPERMINT UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN DENGAN PPOK DI RUANG FLAMBOYAN RSUD dr.TC HILLERS MAUMERE Afningram Theresia Julianto; Agustina Sisilia Wati Dua Wida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57636

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan tidak sepenuhnya dapat kembali normal. Kondisi ini menyebabkan gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk produktif, serta peningkatan produksi sputum yang dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien. Masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien PPOK adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan bersihan jalan napas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien PPOK dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui penerapan aromaterapi essential oil peppermint. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi essential oil peppermint yang dikombinasikan dengan posisi semi fowler dan latihan teknik pernapasan selama masa perawatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi pernapasan setelah dilakukan intervensi. Pasien mengalami penurunan keluhan sesak napas, frekuensi napas menjadi lebih stabil, pola napas membaik, serta kemampuan mengeluarkan sputum meningkat sehingga bersihan jalan napas menjadi lebih efektif. Simpulan penelitian ini adalah aromaterapi essential oil peppermint efektif digunakan sebagai terapi komplementer dalam membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK dan dapat dijadikan alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis.