Gangguan mental emosional remaja merupakan permasalahan kesehatan penting, terutama pada masa remaja. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 mencatat 34,9% remaja Indonesia menghadapi setidaknya satu masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan tersebut pada siswa SMP Negeri 6 Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 121 siswa di SMP Negeri 6 Kota Jambi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) serta kuesioner variabel independen. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (43,0%) remaja mengalami gangguan mental emosional. Analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying (p = 0,028; PR =1,667), sosial ekonomi orang tua (p = 0,002; PR =2,025), pendidikan ayah (p = 0,006; PR =2,039) dengan gangguan mental emosional. Sedangkan pola asuh orang tua (p = 0,263, p=0,191), jenis kelamin (p = 0,753), penggunaan media sosial (p = 0,828), dan pendidikan ibu (p = 0,091; PR) yang tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara bullying, sosial ekonomi, dan pendidikan orang tua dengan gangguan mental emosional pada remaja di SMP Negeri 6 Kota Jambi.
Copyrights © 2026