Marta Butar Butar
S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI Adinda Novita; Marta Butar Butar; Rd. Halim; Hendra Dhermawan Sitanggang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57600

Abstract

Gangguan mental emosional remaja merupakan permasalahan kesehatan penting, terutama pada masa remaja. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 mencatat 34,9% remaja Indonesia menghadapi setidaknya satu masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan tersebut pada siswa SMP Negeri 6 Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 121 siswa di SMP Negeri 6 Kota Jambi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) serta kuesioner variabel independen. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (43,0%) remaja mengalami gangguan mental emosional. Analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying (p = 0,028; PR =1,667), sosial ekonomi orang tua  (p = 0,002; PR =2,025), pendidikan ayah (p = 0,006; PR =2,039) dengan gangguan mental emosional. Sedangkan pola asuh orang tua (p = 0,263, p=0,191), jenis kelamin (p = 0,753), penggunaan media sosial (p = 0,828), dan pendidikan ibu (p = 0,091; PR) yang tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara bullying, sosial ekonomi, dan pendidikan orang tua dengan gangguan mental emosional pada remaja di SMP Negeri 6 Kota Jambi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SADARI PADA SISWI SMAN 8 KOTA JAMBI Auliya Maharani Harahap; Adelina Fitri; Hendra Dhermawan Sitanggang; Marta Butar Butar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57602

Abstract

Kasus kanker secara global mencapai 19.976.499 kasus dengan angka kematian sebesar 9.743.832 jiwa pada tahun 2022. Di Indonesia kanker payudara menjadi kanker dengan kasus paling tertinggi yang meningkat dari 65.858 kasus pada tahun 2020 menjadi 66.271 kasus pada tahun 2022. Meskipun demikian, prevalensi periksa payudara sendiri (SADARI) di Indonesia pada tahun 2022 masih tergolong rendah, yaitu sebesar 43,14%. Menurut laporan Survei kesehatan Indonesia (2023) prevalensi kanker di provinsi Jambi yaitu sebesar 0,7%. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melaporkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sebanyak 1.007 wanita usia 30–69 tahun dengan kecurigaan kanker payudara. Adapun tujuan dari penelitian iniadalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi sebanyak 757 siswi, dengan sampel 106 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang sudah melewati tahap uji validitas dan reabilitas. Analisis data pada penelitian ini berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi Cox . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,0%% responden memiliki perilaku SADARI kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara sikap (p=0,004), sumber media informasi (p=0,025), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,034) dengan perilaku SADARI. Analisis multivariat menunjukkan sikap merupakan faktor paling dominan dengan nilai (PR=1,52, CI=1,13-2,04).