Kasus kanker secara global mencapai 19.976.499 kasus dengan angka kematian sebesar 9.743.832 jiwa pada tahun 2022. Di Indonesia kanker payudara menjadi kanker dengan kasus paling tertinggi yang meningkat dari 65.858 kasus pada tahun 2020 menjadi 66.271 kasus pada tahun 2022. Meskipun demikian, prevalensi periksa payudara sendiri (SADARI) di Indonesia pada tahun 2022 masih tergolong rendah, yaitu sebesar 43,14%. Menurut laporan Survei kesehatan Indonesia (2023) prevalensi kanker di provinsi Jambi yaitu sebesar 0,7%. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melaporkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sebanyak 1.007 wanita usia 30–69 tahun dengan kecurigaan kanker payudara. Adapun tujuan dari penelitian iniadalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMA Negeri 8 Kota Jambi sebanyak 757 siswi, dengan sampel 106 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang sudah melewati tahap uji validitas dan reabilitas. Analisis data pada penelitian ini berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi Cox . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,0%% responden memiliki perilaku SADARI kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara sikap (p=0,004), sumber media informasi (p=0,025), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,034) dengan perilaku SADARI. Analisis multivariat menunjukkan sikap merupakan faktor paling dominan dengan nilai (PR=1,52, CI=1,13-2,04).
Copyrights © 2026