Dismenorhea merupakan nyeri menstruasi yang sering kali dialami mahasiswi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Terapi farmakologis sering digunakan, namun berisiko menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis seperti kunyit asam. Survei awal pada 3 November 2024 terhadap 10 mahasiswi menunjukkan bahwa 8 mengalami nyeri menstruasi, 6 aktivitasnya terganggu, dan 3 menyatakan kunyit asam untuk membantu meredakan keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam terhadap skala nyeri menstruasi pada mahasiswi Institut Citra Internasional tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pretest–posttest control group, melibatkan 32 mahasiswi yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapat kunyit asam satu kali sehari selama tiga hari menstruasi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-test atau Wilcoxon. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kunyit asam efektif digunakan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman dan praktis untuk menurunkan nyeri menstruasi.
Copyrights © 2026