Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berperan terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu, khususnya di negara berkembang. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah peningkatan berat badan selama kehamilan yang tidak sesuai dengan rekomendasi. Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat memicu gangguan disfungsi endotel melalui mekanisme proses inflamasi dan stress oksidatif yang berperan terhadap terjadinya preeklampsia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Blega. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 133 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan normal yaitu sebanyak 92 orang (69,2%), sedangkan 41 orang (30,8%) mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal. Kejadian preeklampsia ditemukan pada 46 responden (34,6%). Seluruh responden dengan kenaikan berat badan tidak normal mengalami preeklampsia (100%), sedangkan pada kelompok dengan kenaikan berat badan normal hanya 5 responden (5,4%) yang mengalami preeklampsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin.
Copyrights © 2026