Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN

Sawitri Sawitri (Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
Nelly Mariati (Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
Rizki Amalia (Program Studi Diploma Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia)
Lisdha Yantie (RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2026

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi di Indonesia, dengan perdarahan sebagai penyebab utama. Ruptur perineum, yang sering terjadi selama persalinan pervaginam, adalah salah satu penyebab perdarahan pascapersalinan. Karena tekanan yang meningkat pada jaringan perineum selama proses persalinan, berat badan bayi lahir dianggap berperan dalam kemungkinan ruptur perineum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan bayi lahir dan jumlah ruptur perineum yang terjadi selama persalinan normal di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan melalui desain kuantitatif observasional analitik yang menggunakan metode case-control retrospektif. Penelitian ini melibatkan 144 ibu bersalin normal dari Januari hingga Desember 2025. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 106 responden, yakni mencakup 71 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data yang didapati dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05) yang maknanya terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum. Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,332 menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,946 (95% CI: 1,940–24,871) menunjukkan bahwa bayi dengan berat badan >3500 gram berisiko 6,946 kali lebih besar mengalami ruptur perineum dibandingkan bayi dengan berat badan <3500 gram. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara berat badan bayi lahir dengan insiden ruptur perineum pada persalinan normal, yang mana risiko ruptur perineum semakin meningkat seiring semakin besarnya berat badan bayi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...