Lansia atau lanjut usia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kata lansia menggambarkan tahapan terakhir dari siklus kehidupan manusia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang dapat berkembang menjadi demensia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan memori, kesulitan konsentrasi, serta penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui 4 tahap yaitu kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitations), ketidakmampuan (disability) dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran, baik fisik, mental maupun sosial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi puzzle sebagai stimulasi kognitif. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan terapi puzzle dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik pada dua lansia dengan gangguan memori. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan pemberian terapi puzzle selama 15–20 menit setiap hari. Hasil: Terjadi peningkatan fungsi kognitif pada kedua klien. Skor MMSE pada klien 1 meningkat dari 12 menjadi 21, dan pada klien 2 meningkat dari 14 menjadi 22. Selain itu, kemampuan menyusun puzzle, konsentrasi, dan daya ingat mengalami perbaikan. Kesimpulan: Terapi puzzle efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan gerontik.
Copyrights © 2026