Maria Lambertina Barek Aran
Profesi Ners , Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Nusa Nipa Maumere

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN PENERAPAN TERAPI PUZZLE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA DI SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA PANTI PADU WAU MAUMERE UPTD KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA KUPANG Grestriningsih Muliati Agustina Labu; Maria Lambertina Barek Aran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57809

Abstract

Lansia atau lanjut usia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kata lansia menggambarkan tahapan terakhir dari siklus kehidupan manusia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang dapat berkembang menjadi demensia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan memori, kesulitan konsentrasi, serta penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui 4 tahap yaitu kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitations), ketidakmampuan (disability) dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran, baik fisik, mental maupun sosial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi puzzle sebagai stimulasi kognitif. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan terapi puzzle dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik pada dua lansia dengan gangguan memori. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan pemberian terapi puzzle selama 15–20 menit setiap hari. Hasil: Terjadi peningkatan fungsi kognitif pada kedua klien. Skor MMSE pada klien 1 meningkat dari 12 menjadi 21, dan pada klien 2 meningkat dari 14 menjadi 22. Selain itu, kemampuan menyusun puzzle, konsentrasi, dan daya ingat mengalami perbaikan. Kesimpulan: Terapi puzzle efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan gerontik.