Pemeriksaan hysterosalpingography (HSG) merupakan salah satu pemeriksaan radiologi kontras yang digunakan untuk menilai bentuk kavum uteri dan patensi tuba falopi, terutama pada kasus infertilitas primer. Di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soeroto Ngawi terdapat perbedaan dengan teori, yaitu tidak menggunakan fluoroskopi dan hanya menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) polos serta AP post kontras, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan dan menganalisis penggunaan proyeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan melalui persiapan pasien berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), pemasangan kateter di Poli KIA, serta pemasukan media kontras dan eksposur di instalasi radiologi. Proyeksi yang digunakan adalah AP polos dan AP post kontras. Hasil ekspertise dokter radiologi menunjukkan bahwa media kontras tidak mengisi kavum uteri dan mengalami refluks ke kavum vagina sehingga struktur uterus tidak dapat dinilai secara optimal, yang menimbulkan kecurigaan adanya hambatan pada kanalis servikalis atau gangguan teknis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur telah sesuai prinsip dasar dengan penyesuaian fasilitas, penggunaan proyeksi dinilai cukup, namun keberhasilan pemeriksaan lebih dipengaruhi oleh distribusi media kontras dibandingkan variasi proyeksi yang digunakan.
Copyrights © 2026