Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru-paru yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di dunia maupun di Indonesia. Berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian pneumonia pada balita antara lain riwayat pemberian ASI eksklusif dan status gizi. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif serta memiliki status gizi kurang berisiko lebih tinggi mengalami pneumonia karena rendahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 1–5 tahun yang dirawat inap di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 94 balita yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita (p-value = 0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita (p-value = 0,000). Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi kurang cenderung lebih berisiko mengalami pneumonia dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita usia 1–5 tahun di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Pemberian ASI eksklusif berperan dalam meningkatkan sistem imun melalui kandungan antiinflamasi dan antimikroba, sedangkan status gizi yang baik mendukung mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif dan perbaikan status gizi balita perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan kejadian pneumonia pada balita.
Copyrights © 2026