Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

TINJAUAN LITERATUR: ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) SEBAGAI FAKTOR PEMICU ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) PADA TERAPI PPOK

A'yuni Guban Juniarza (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Wiwin Azariani (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Anisa Sasvania (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Baiq Citra Azzahra Qotrunnada (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Tri Purma Sari (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2026

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas secara progresif. Pasien PPOK umumnya memiliki komorbid dan menjalani terapi jangka panjang, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap Drug Related Problems (DRPs) dan Adverse Drug Reactions (ADRs). Namun, kajian yang secara khusus menghubungkan DRPs sebagai faktor pemicu ADRs pada terapi PPOK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran DRPs sebagai faktor pemicu terjadinya ADR pada pasien PPOK. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed pada rentang tahun 2015–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan DRPs, ADRs, dan terapi PPOK, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif. Hasil menunjukkan bahwa terapi PPOK didominasi oleh penggunaan inhalasi seperti LABA, LAMA, ICS, dan kombinasi inhaler. DRPs yang paling sering ditemukan meliputi ketidaktepatan dosis, pemilihan obat yang tidak sesuai, interaksi obat, serta kesalahan teknik inhaler, dengan laporan hingga 60% pasien mengalami kesalahan penggunaan inhaler dan lebih dari 50% durasi terapi antibiotik yang tidak sesuai. DRPs tersebut berkontribusi terhadap munculnya ADRs seperti efek simpatomimetik, efek antikolinergik lokal, gangguan gastrointestinal, serta peningkatan risiko pneumonia pada penggunaan ICS jangka panjang. Dengan demikian, DRPs memiliki peran signifikan dalam memicu ADRs pada pasien PPOK, sehingga pemantauan terapi, rekonsiliasi obat, dan edukasi teknik inhalasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas terapi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...