Baiq Citra Azzahra Qotrunnada
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN LITERATUR: ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) SEBAGAI FAKTOR PEMICU ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) PADA TERAPI PPOK A'yuni Guban Juniarza; Wiwin Azariani; Anisa Sasvania; Baiq Citra Azzahra Qotrunnada; Tri Purma Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58164

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas secara progresif. Pasien PPOK umumnya memiliki komorbid dan menjalani terapi jangka panjang, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap Drug Related Problems (DRPs) dan Adverse Drug Reactions (ADRs). Namun, kajian yang secara khusus menghubungkan DRPs sebagai faktor pemicu ADRs pada terapi PPOK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran DRPs sebagai faktor pemicu terjadinya ADR pada pasien PPOK. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed pada rentang tahun 2015–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan DRPs, ADRs, dan terapi PPOK, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif. Hasil menunjukkan bahwa terapi PPOK didominasi oleh penggunaan inhalasi seperti LABA, LAMA, ICS, dan kombinasi inhaler. DRPs yang paling sering ditemukan meliputi ketidaktepatan dosis, pemilihan obat yang tidak sesuai, interaksi obat, serta kesalahan teknik inhaler, dengan laporan hingga 60% pasien mengalami kesalahan penggunaan inhaler dan lebih dari 50% durasi terapi antibiotik yang tidak sesuai. DRPs tersebut berkontribusi terhadap munculnya ADRs seperti efek simpatomimetik, efek antikolinergik lokal, gangguan gastrointestinal, serta peningkatan risiko pneumonia pada penggunaan ICS jangka panjang. Dengan demikian, DRPs memiliki peran signifikan dalam memicu ADRs pada pasien PPOK, sehingga pemantauan terapi, rekonsiliasi obat, dan edukasi teknik inhalasi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas terapi.