Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

REVIEW ARTIKEL : EFEKTIVITAS OBAT ANTIEMETIK DALAM TATA LAKSANA TERAPI MUAL DAN MUNTAH PADA GANGGUAN GASTROINTESTINAL

Firdaus Artha Wangsyah (S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Triliana Octaviani (S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Adrianova Ramadhan (S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Ida Ayu Ninda Sintya Dewi (S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)
Baiq Narhea Genna Armaeristya (S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Mual dan muntah merupakan gejala yang sering terjadi pada berbagai gangguan gastrointestinal dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, gangguan status nutrisi, serta menghambat keberhasilan terapi yang sedang dijalani. Beragam mekanisme patofisiologi yang terlibat dalam timbulnya gejala tersebut menyebabkan pemilihan antiemetik yang tepat menjadi tantangan dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai golongan obat antiemetik dalam tata laksana mual dan muntah akibat gangguan gastrointestinal berdasarkan mekanisme kerja dan efektivitas terapinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang dipublikasikan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai golongan antiemetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas antiemetik dipengaruhi oleh kesesuaian antara mekanisme kerja obat dan patofisiologi yang mendasari terjadinya mual dan muntah. Agen prokinetik seperti domperidone dan cisapride menunjukkan efektivitas paling baik pada gangguan motilitas gastrointestinal, terutama gastroparesis, karena mampu memperbaiki pengosongan lambung sekaligus mengurangi gejala. Sebaliknya, antagonis reseptor 5-HT3, antihistamin, antimuskarinik, dan antagonis NK1 memiliki manfaat yang lebih terbatas pada gangguan gastrointestinal kronis karena umumnya hanya berperan sebagai terapi simptomatik. Dengan demikian, pemilihan antiemetik perlu disesuaikan dengan mekanisme patofisiologi yang mendasari penyakit agar diperoleh hasil terapi yang lebih efektif dan rasional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...