Triliana Octaviani
S1 Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL : EFEKTIVITAS OBAT ANTIEMETIK DALAM TATA LAKSANA TERAPI MUAL DAN MUNTAH PADA GANGGUAN GASTROINTESTINAL Firdaus Artha Wangsyah; Triliana Octaviani; Adrianova Ramadhan; Ida Ayu Ninda Sintya Dewi; Baiq Narhea Genna Armaeristya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58287

Abstract

Mual dan muntah merupakan gejala yang sering terjadi pada berbagai gangguan gastrointestinal dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, gangguan status nutrisi, serta menghambat keberhasilan terapi yang sedang dijalani. Beragam mekanisme patofisiologi yang terlibat dalam timbulnya gejala tersebut menyebabkan pemilihan antiemetik yang tepat menjadi tantangan dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai golongan obat antiemetik dalam tata laksana mual dan muntah akibat gangguan gastrointestinal berdasarkan mekanisme kerja dan efektivitas terapinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang dipublikasikan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai golongan antiemetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas antiemetik dipengaruhi oleh kesesuaian antara mekanisme kerja obat dan patofisiologi yang mendasari terjadinya mual dan muntah. Agen prokinetik seperti domperidone dan cisapride menunjukkan efektivitas paling baik pada gangguan motilitas gastrointestinal, terutama gastroparesis, karena mampu memperbaiki pengosongan lambung sekaligus mengurangi gejala. Sebaliknya, antagonis reseptor 5-HT3, antihistamin, antimuskarinik, dan antagonis NK1 memiliki manfaat yang lebih terbatas pada gangguan gastrointestinal kronis karena umumnya hanya berperan sebagai terapi simptomatik. Dengan demikian, pemilihan antiemetik perlu disesuaikan dengan mekanisme patofisiologi yang mendasari penyakit agar diperoleh hasil terapi yang lebih efektif dan rasional.